Ketua RT 08 Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menciptakan sistem mandiri di lingkungan padat penduduk. Sistem ini meliputi keberadaan fasilitas pemilahan dan pencacahan sampah, energi dan air mandiri, pupuk organik, bank sampah, hingga budidaya ayam dan ikan.
"Kita bergerak [dengan] bagaimana kita membuat sistem survival architecture Indonesia atau bagaimana cara bertahan hidup di Indonesia di lingkungan padat penduduk," ujar Taufiq, Selasa (3/11).
Wilayah RT 08 Malaka Jaya ini memang sudah menjadi sorotan publik, bahkan di tingkat internasional. Taufiq menyebut sudah ada 14 perwakilan negara yang melakukan kunjungan ke wilayahnya untuk melihat pelaksanaan konstitusi di level yang terdekat dengan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas program ini, Taufik menjadi salah satu finalis Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang digelar Pemprov DKI Jakarta.
Lihat Juga :![]() PILAH OLAH SAMPAH HEROES Andito Penggerak Bank Sampah, Ubah Hobi Jadi Sumber Inspirasi |
Salah satu yang disorot dan juga menjadi bagian dari sistem hidup mandiri di RT 08 adalah siklus pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Sebelum adanya sistem yang ia jalankan sebagai Ketua RT, Taufiq melihat adanya permasalahan mendasar terkait sampah di lingkungannya.
"Permasalahan yang terlihat pertama kali di sini, lingkungan masih gersang, warga belum milah sampah, warga terlalu banyak menunggu program datang dari atas," ujarnya.
Sekitar tiga tahun yang lalu Taufiq memutuskan untuk memberikan tong komposter kepada seluruh rumah di RT 08. Usai pemberian tersebut, ia pun menekankan kewajiban untuk menghitung sampah yang dikumpulkan dan dikelola.
"Kalau Anda dapat komposter, so what? Harus berapa sampah yang dihitung tidak keluar ke landfill (tempat pembuangan) Bantargebang. Kami hampir 32 ton dalam waktu 3 tahun ini yang tidak kita buang ke landfill Bantargebang, dan itu tempat sampahnya ada di rumah-rumah warga," sebut Taufiq.
Sampah yang dikumpulkan pun tak dibiarkan atau disalurkan begitu saja. Melainkan, Taufiq menciptakan sebuah sistem yang terus bergulir, misalnya, sampah organik menjadi kompos untuk tanaman serta menjadi makanan untuk maggot.
Lihat Juga :![]() PILAH OLAH SAMPAH HEROES Farida Soleha, Penggerak Bank Sampah Jadi Sedekah |
"Maggotnya gede buat ayam, ayamnya bertelur 25 jam sekali, telurnya kita makan. Alas kandang ayamnya kita sebar lagi ke tanaman, tanamannya nanamnya pepaya, daun-daun kelor, kasihkan lagi ke ayam, maggotnya gede kasih ke ikan, muter terus," jelasnya.
Taufiq juga menyediakan sejumlah opsi bagi warganya untuk melakukan komposting. Opsi tersebut terdiri dari empat, yakni lubang biopori, komposter, eco-enzyme, dan mesin penghancur sampah.
Di luar sistem pengolahan sampah, RT 08 juga telah dilengkapi dengan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya dan instalasi pengolahan air limbah.
"Bayangkan ini ibarat negara kecil nih, negara dalam negara, insyaallah kalau listrik enggak ada, kita masih bisa hidup 3 hari," ucapnya.
Namun, di balik pencapaian dan sistem yang telah terbentuk sekarang, Taufiq mengatakan ide-ide tersebut sempat mendapat penolakan dari warga setempat.
Ia pun menekankan pentingnya pemberian penjelasan yang mudah dimengerti oleh warga. Selain itu, pemberian informasi kepada seluruh warga tanpa pengecualian, transparansi laporan keuangan, serta program evaluasi juga berperan penting dalam menghadapi penolakan tersebut.
"Makanya warga ini diedukasi untuk dijadikan sebagai subjek pembangunan, jangan cuma objek pembangunan," tegasnya.
Lihat Juga :![]() PILAH OLAH SAMPAH HEROES Chevie Mawarti, Peserta Pilah Olah Sampah Heroes Libatkan Disabilitas |
Taufiq sendiri merupakan salah satu peserta kategori penggerak dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Pemprov DKI Jakarta menggelar ajang ini untuk mengapresiasi para pahlawan lingkungan yang memiliki aksi nyata atau aktif dalam mengajak warga peduli sampah.
Kini menginjak tahap verifikasi lapangan, Taufiq dan 14 peserta lainnya akan diseleksi menjadi total 10 peserta yang akan masuk tahap final. Para finalis tersebut akan mengikuti penilaian final pada Senin (9/11) mendatang.
Pemenang dari ajang ini baru akan diumumkan pada Selasa (10/11) dan mendapatkan penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(mou/sur)


