"Kami harus bersabar karena panel anti-Doping BWF akan mendengar pembelaannya. Saat ini Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) sedang menyiapkan diri untuk melakukan mitigasi mewakili Chong Wei," ujar Khairy Jamaluddin sebagaimana dikutip dari New Straits Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai menteri, saya melakukan yang terbaik untuk membantu sang pemain. Setelah sidang dengar pendapat, kami akan mengevaluasi situasi ini dan menentukan apakah terjadi pengabaian atau kecerobohan."
Chong Wei terbukti positif menggunakan dexamethasone dengan pengujian urine dilakukan setelah ia bertanding pada partai semifinal melawan pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen, di Kejuaran Dunia di Kopenhagen.
Pebulutangkis tersukses Malaysia tersebut baru dikabari tentang hasil dopingnya pada 2 Oktober. Juara All England tiga kali itu lalu minta hasil urine B-nya untuk diperiksa.
Chong Wei bersama pejabat Institut Olahraga Nasional Malaysia (NSI) dan Manajer Umum BAM lalu pergi Norwegia untuk menyaksikan sampel urine dibuka.
Minggu lalu, BAM mengumumkan bahwa sampel B Chong Wei juga terbukti positif.
Chong Wei sendiri berkata bahwa ia mengkonsumsi obat-obatan tersebut pada 17 Juli 2014 saat menjalani rehabilitasi cedera lutut di klinik pribadi yang dirujuk NSI.