SEPAK BOLA ASIA
Striker Al-Hilal Jadi Pemain Terbaik Asia 2014
CNN Indonesia
Senin, 01 Des 2014 20:14 WIB
Manila, CNN Indonesia -- Penyerang tim nasional Arab Saudi, Nassir Al-Shamrani, terpilih menjadi pemain sepak bola Asia terbaik tahun ini oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC), Minggu (30/11).
Shamrani terpilih setelah ia menjadi pencetak gol terbanyak pada lima dari tujuh musim terakhir di divisi utama Arab Saudi.
Kemudian ia mencetak sepuluh gol di Liga Champion AFC dan membawa timnya, Al-Hilal, masuk ke partai final meski akhirnya tunduk oleh Sidney Wanderer.
"Saya bangga memenangkan penghargaan ini," ujar Shamrani sebagaimana dikutip dari Associated Press.
"Saya menjadi pencetak skor terbanyak di liga domestik dan jadi yang kedua di Liga Champion AFC. Sekarang saya mengharapkan menjadi yang terbaik di Piala Asia nanti. Posisi itulah yang saya inginkan. Sebagai pemain yang bagus, tidak ada batasan untuk saya."
Terpilihnya Shamrani menimbulkan kontroversi karena aksinya meludahi bek Australia, Matthew Spiranovic, setelah peluit pertandingan final Liga Champion AFC berakhir. Ia kemudian diberikan sanksi.
"Mengenai kemungkinan dikenai hukuman larangan bertanding, saya ingin katakan bahwa saya hidup untuk hari ini. Saya tidak memikirkan yang lain. Saya bangga bahwa saya adalah pemain pria terbaik tahun ini di Asia. Sisanya, biar AFC yang memutuskan,"
Sementara itu, juara Liga Champion Asia, Western Sydney Wanderer, memenangkan pernghargaan sebagai klub terbaik dan pelatih klub tersebut, Tony Popovic, mendapatkan gelar pelatih terbaik.
"Kami adalah klub yang masih sangat muda, baru dua tahun lebih, dan ini kesempatan pertama kami di Liga Champion AFC dan kami memenangkannya," ujar Popovic.
Menurut Popovic, penghargaan ini adalah pengakuan untuk pekerjaan besar yang telah dilakukan semua anggota klub.
Shamrani terpilih setelah ia menjadi pencetak gol terbanyak pada lima dari tujuh musim terakhir di divisi utama Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menjadi pencetak skor terbanyak di liga domestik dan jadi yang kedua di Liga Champion AFC. Sekarang saya mengharapkan menjadi yang terbaik di Piala Asia nanti. Posisi itulah yang saya inginkan. Sebagai pemain yang bagus, tidak ada batasan untuk saya."
"Mengenai kemungkinan dikenai hukuman larangan bertanding, saya ingin katakan bahwa saya hidup untuk hari ini. Saya tidak memikirkan yang lain. Saya bangga bahwa saya adalah pemain pria terbaik tahun ini di Asia. Sisanya, biar AFC yang memutuskan,"
Sementara itu, juara Liga Champion Asia, Western Sydney Wanderer, memenangkan pernghargaan sebagai klub terbaik dan pelatih klub tersebut, Tony Popovic, mendapatkan gelar pelatih terbaik.
"Kami adalah klub yang masih sangat muda, baru dua tahun lebih, dan ini kesempatan pertama kami di Liga Champion AFC dan kami memenangkannya," ujar Popovic.
Menurut Popovic, penghargaan ini adalah pengakuan untuk pekerjaan besar yang telah dilakukan semua anggota klub.