Berkat dua gol Carroll tersebut, West Ham sendiri mampu menundukkan Swansea 3-1 dan naik ke posisi tiga klasemen sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Allardyce menyoroti bahwa Carroll perlu meningkatkan kemampuannya untuk membaca permainan.
"Teddy telah berbicara dengan Carroll tentang pergerakannya. Dan saat ia bisa menemukan ruang, ia tak bisa dihentikan dalam menyundul bola.
"Bukan hanya soal itu. Carroll juga bagus dalam menahan bola dan juga memiliki sentuhan yang baik."
Kemenangan atas Swansea membuat West Ham duduk di posisi ketiga dan berada di zona Liga Champions. Namun Allardyce menolak untuk terlalu terlarut dalam kegembiraan.
Klub London ini akan menghadapi Sunderland, Leicester, Chelsea, dan Arsenal pada sisa pertandingan di bulan Desember. Allardyce merasa bahwa hanya setelah melalui laga-laga itulah klubnya bisa dikatakan punya peluang untuk merebut tiket ke Liga Champions atau tidak.
Selain bertutur soal Carroll, Allardyce juga mengakui bahwa pemainnya, Sakho, telah menyentuh bola dengan tangannya sebelum dilanggar Lukasz Fabianski -- satu insiden yang menyebabkan kiper Swansea tersebut menerima kartu merah.
Namun, ia berkata bahwa keputusan wasit tersebut tidak akan berpengaruh pada hasil pertandingan.
"Saya pikir kami akan tetap memenangkan pertandingan, entah itu 11 lawan 11, atau 10 lawan 11."