Ia juga menolak keberadaan Sepp Blatter dan Jerome Champagne sebagai bakal calon, meskipun dahulu dirinya sempat mendukung Blatter sebagai presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itulah saya pikir baiknya Blatter berhenti."
"Saya harap yang lainnya akan muncul," ujar Platini.
Ia mengharapkan kehadiran calon dari benua lain agar dapat memecah suara Blatter. Namun, ia menganggap kandidat yang berasal dari Eropa akan memiliki sedikit peluang untuk menang.
Blatter dan Champagne menjadi dua dari tiga nama yang secara terbuka mengumumkan diri sebagai calon presiden FIFA. Champagne, mantan direktur hubungan internasional FIFA, mengumumkan pencalonannya pada pertengahan September lalu.
"Saya senang bisa mendiskusikan masa depan FIFA. Akhirnya saat ini ada beberapa kandidat untuk jabatan ini," ucap Champagne kala mengirimkan surat pencalonannya. Ia juga berkata bahwa ia ingin para kandidat melakukan debat publik yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
Satu orang lainnya yang berniat mencalonkan diri adalah mantan kepala komite teknik FIFA, Harold Mayne-Nicholls, yang mengumumkan pencalonannya pada awal Oktober lalu.