Walaupun penyelidikan mengenai kasus itu tetap berjalan, Javier Aguirre tak ingin konsentrasinya bersama tim Samurai terganggu. Pria asal Meksiko itu pun menegaskan tetap memegang Jepang yang akan berkompetisi di Piala Asia bulan depan.
Seperti dilansir Reuters, pengadilan Valencia di Spanyol menyebut Aguirre--dan juga gelandang Manchester United Ander Herrera--sebagai bagian dari 41 orang yang terkait pengaturan skor pertandingan Real Zaragoza verus Levante di akhir musim 2010/11.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skor akhir pertandingan itu adalah 2-1 untuk Zaragoza. Zaragoza pun terhindar dari degradasi.
Jaminan dari Jepang
Sementara itu asosiasi sepak bola Jepang juga masih menjamin Aguirre tetap mendampingi timnas negeri itu. Walaupun begitu Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang Kuniya daini menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak karena ketidaknyamanan atas situasi yang dihadapi Aguirre.
"Hukum di Jepang dan Spanyol itu berbeda. Dan kami sedang mengumpulkan informasi tentang apa yang sebetulnya terjadi dan bagaimana harus mengatasinya," kata ofisial asosiasi sepak bola Jepang Hiromi Hara dikutip kantor berita Kyodo.
"Untuk poin ini, Daine sudah bilang Aguirre tetap memimpin di Piala Asia. Itulah situasi saat ini," kata Hara melanjutkan.
Jepang memiliki beban untuk mempertahankan tahta juara dalam turnamen sepak bola se-Asia yang akan digelar untuk pertama kalinya di luar benua ini. Piala Asia 2015 akan digelar di Australia karena negara benua itu diumumkan terpilih sebagai tuan rumah pada 5 Januari 2011. Australia merupakan bagian dari asosiasi sepak bola Asia (AFC) sejak awal 2006 lalu.
Lihat juga:Banding Bos Pengatur Skor Ditolak Singapura |