"Saya melihat kualitas wasit semakin jatuh," ujar Hickett seperti yang dikutip dari BBC Sport. "Selama periode Natal, kualitas mereka telah mencapai tahap yang yang meresahkan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Routhledge menerima tekel berbahaya. Harapan saya adalah pemain lawan mungkin menerima kartu merah," ujar Hickett melanjutkan.
"Pemain saya yang jatuh, hampir mengalami patah kaki, malah menerima kartu merah. Saya tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi," ujar Monk pada saat itu.
Kritikan Kepada Mike Riley
Menurut Hackett yang menjadi ketua wasit Inggris (PGMOL) selama enam tahun, menurunnya standar wasit di Liga Primer merupakan kesalahan Riley.
"Saya mengkritik dengan sangat keras," ujar Hackett. "Saya melihat penurunan kualitas. Penampilan dari para wasit tidak dapat diterima. Dia harus bertanggung jawab."
Beberapa insiden yang menyoroti kinerja wasit memang marak terjadi pada periode Natal. Selain insiden Routledge, West Ham United juga pernah menjadi korban saat satu gol mereka saat menghadapi Arsenal dianulir oleh wasit.
Padahal dalam tayangan ulang, terlihat tidak ada yang salah terhadap gol yang dicetak oleh Alex Song tersebut, sehingga membuat manajer West Ham, Sam Allardyce mengungkapkan kekesalannya setelah pertandingan usai.
"Saat ini wasit-wasit itu tampil dibawah level," tulis Hackett dalam blognya, You Are The Ref.
Namun pihak PGMOL menolak klaim Hackett dengan memberikan sejumlah data kepada BBC.
Menurut PGMOL, akurasi keputusan wasit setelah Riley mengambil alih kepemimpinan dari tangan Hackett justru meningkat hingga 95 persen, dari sebelumnya 94,1 persen. (ard/ard)