"Ini bukan apa yang ingin saya lakukan, tetapi saya mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak di dunia yang sangat peduli terhadap olahraga ini," ujar Pangeran Ali kepada SBS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pangeran Ali mengumumkan pencalonan dirinya pada awal bulan ini, dan ia akan bersaing dengan Jerome Champagne, Blatter, dan juga mantan pemain Tottenham Hotspur, David Ginola.
Sejauh ini pangeran Ali belum mengungkapkan apa yang ingin ia lakukan apabila ia terpilih menjadi Presiden FIFA. Ali hanya terus menekankan perlunya transparansi di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.
Ali sendiri merupakan salah satu pihak yang meminta dibukanya laporan Michael Garcia terkait proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Dampak Positif Bagi FIFA
Pangeran yang mengenyam pendidikan di Inggris dan Amerika Serikat tersebut berharap terjadi pemulihan nama baik FIFA setelah skandal korupsi yang menghantam mereka.
"Saya pikir perubahan tidak terelakkan lagi, tetapi saya di sini untuk memulai sebuah perubahan positif dan untuk kembali ke dasar dan menjalankan FIFA dengan cara yang positif," ujar Pangeran Ali melanjutkan.
"Saya ingin semua orang memiliki kepercayaan diri, mulai dari para pemain kami, para suporter, semua sponsor, dan kita semua pantas mendapatkan itu. Seluruh suporter di berbagai belahan dunia juga pantas mendapatkan itu juga."
Pemilihan presiden FIFA ini akan dilangsungkan pada Kongres FIFA di Zurich, 29 Mei mendatang. (vri/vri)