Namun, keterlibatan Ali yang merupakan Wakil Presiden FIFA akan semakin menyulitkan Champagne menang, karena suara pemilih akan terbagi untuk tiga calon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu mengetahui apa saja program Ali di balik gemuruh slogan-slogannya yang tidak disertai penjelasan yang konkret," lanjut Champagne, yang bergabung dalam FIFA setelah Piala Dunia 1998.
Champagne juga mengaku tidak gentar karena kandidat bertambah sejak ia mencalonkan diri.
"Saya sudah menjadi calon sejak tahun lalu. Saya memiliki rencana yang konkret. Saya telah terbuka mengenai banyak hal. Sikap saya adalah pertanyaan besar untuk Ali," ujar Champagne.
Sebelumnya, Champagne mengatakan, pemilihan Presiden FIFA tahun ini bukan hanya sekedar pemilihan pemimpin, tapi juga sebagai ajang penentuan masa depan sepak bola dunia.
"Pemilihan tahun ini tidak hanya sebagai ajang adu ambisi, juga adu kepemimpinan untuk memperbaiki masa lalu dan melanjutkan masa depan," kata Champagne seperti yang dikutip dari Reuters.
Sepp Blatter adalah Presiden FIFA terlama ketiga dalam sejarah. Ia menjabat sejak tahun 1998.
Yang kedua ialah pejabat asal Brazil, Joao Havelange, yang menjabat selama 24 tahun.
Dan Presiden FIFA yang paling lama menjabat ialah Jules Rimet, yang menjabat selama 33 tahun sejak tahun 1921. (ard/har)