Mereka juga melakukan pertandingan persahabatan melawan klub lokal, Al-Hilal di Arab Saudi sebelum pulang ke Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan Bayern di Arab Saudi juga bertepatan dengan pelaksanaan hukuman cambuk seorang aktivis bernama Raif Badawi.
"Pesepak bola tidak harus menjadi politikus, tetapi mereka harus peka terhadap isu hak asasi manusia dan bisa menjadi contoh yang baik."
Seorang politikus yang lain, Oezcan Mutlu, juga berpendapat kalau bayern tidak perlu bertanding di Arab Saudi.
"Aksi tersebut sangat memalukan. Rasanya tidak perlu bertanding saat Radawi sedang dicambuk 1.000 kali hingga kulitnya terkelupas," kata Mutlu.
Bayern, salah satu klub terkaya di dunia dengan pendapatan sekitar 500 juta euro pertahun, mengatakan kalau pelatihan dan pertandingan melawan Timur Tengah itu disponsori oleh secara komersial.
Pelatih Bayern, Pep Guardiola, juga merupakan salah satu yang vokal mendukung penyelenggaraab Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar.
Selain dikritik oleh penduduk setempat, perjalanan Bayern di liburan musim dingin itu juga dikritik juga oleh para pendukung. Mereka juga telah mengirimkan surat terbuka untuk klub.
"Meski Bayern tidak menunjukkan sikap politiknya, tapi kehadiran mereka di sana telah menunjukkan hal tersebut," kata seorang pendukung di akun Twitter bernama @agitpopblog.
(ard/vws)