Kini ia membela tim Britania Raya dalam ajang Piala Davis 2015 di Glasgow, Skotlandia. Tim Britania Raya itu akan melawan tim Amerika Serikat pada babak pertama yang berlangsung 6-8 Maret nanti.
Terkait dukungannya terhadap kemerdekaan Skotlandia, petenis peringkat lima ATP itu tak mau mengungkapkannya secara lugas dalam ajang Piala Davis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jumpa pers itu sendiri Murray mengungkapkan dirinya merasa bangga bisa bermain di Glasgow. Pria kelahiran 15 Mei 1987 itu bahkan telah meluangkan waktu untuk melakukan tur pribadi sejenak di Hampden Park.
Pria yang kalah mengejutkan dari petenis berusia 18 tahun, Borna Coric, pada turnamen di Dubai pada akhir Februari lalu itu pun menilai dirinya akan tegang saat pertandingan pertama Piala Davis. Namun, Murray mengaku tak dapat menunggu sorakan pendukung tuan rumah di Emirates Arena mulai Jumat nanti.
Murray berharap sorakan pendukung akan berperan signifikan mendorong tim Britania Raya lolos dari babak pertama. Jika lolos dari babak pertama, di babak kedua tim Britania Raya akan menghadapi lawan antara Perancis dan Jerman.
"Saya dapat mengatakan hal yang paling menyenangkan dari Piala Davis, ketika anda menjalani partai kandang anda akan disokong keriuhan pendukung di belakang anda. Ini tak seperti turnamen-turnamen yang kami mainkan sepanjang tahun," kata Murray. (kid/kid)