"Kami tak punya banyak pilihan. Hanya ada lima kemungkinan, dan untuk membuat semua orang senang, saya lebih memilih Paris Saint Germain (sebagai lawan)," kata Mourinho pada Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Silva, Mourinho seharusnya lebih mempertimbangkan kekuatan PSG.
Meski seolah diremehkan Chelsea, PSG sendiri mampu tampil baik bahkan dengan 10 orang. Sempat tertinggal lewat gol Gary Cahill di menit ke-80, PSG kemudian menyamakan kedudukan lewat sundulan David Luiz empat menit jelang laga berakhir.
Setelah itu, The Blues kembali unggul melalui penalti Eden Hazard, namun Silva muncul sebagai penyelamat dengan mencetak gol penyama kedudukan.
Baik Luiz, Laurent Blanc, maupun Silva memuji karakter dan semangat tim sebagai alasan mereka bisa lolos ke perempat final.
Menurut Silva, hal ini bukan karena ucapan menyepelekan dari Mourinho tapi sebagai balas dendam karena disingkirkan di Liga Champions musim lalu lewat gol dramatis Demba Ba di menit-menit akhir.
"Menurut saya penampilan kami bukan karena kata-kata Mourinho, tapi karena tahun lalu." (vws)