Menurut pemain yang kini bersinar bersama Juventus ini, ia tak menuntut menjadi pemain utama di setiap pertandingan yang dimainkan El Real. "saya hanya ingin diperlakukan lebih baik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang pelatih, Carlo Ancelotti, juga dinilai bersikap acuh kepadanya. Setiap harinya, Ancelotti hanya mengucapkan selamat pagi dan menyuruhnya melakukan beberapa hal sebelum latihan. Ditegaskan Morata, tak terbangun interaksi yang baik antara dirinya dan pelatih asal Italia tersebut.
Kini, menurut Morata, Real Madrid sudah lebih menghargai dirinya. "Salah satu alasan saya meninggalkan Real Madrid adalah agar bisa masuk ke timnas Spanyol, bukan karena marah dengan klub tersebut."
Berada jauh di negara tetangga, dipanggil ke skuat timnas Spanyol merupakan kebanggaan tersendiri bagi Morata. "Itulah fenomena yang terjadi di Spanyol."
Morata tinggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Bianconeri pada Juli 2014. Juve merogoh kocek sebesar 20 juta euro untuk memboyong sang pemain muda itu.
"Saya takkan pernah lupa bahwa Juve adalah klub pertama yang mengambil langkah nyata untuk merekrut saya. Saya kurang begitu bahagia di Madrid," papar Morata seperti dilansir La Gazzetta dello Sport. "Saya tidak memperoleh banyak kesempatan di Madrid. Tapi Juventus segera menjadikan saya seorang pemain penting,” ucapnya. (vri)