Pelari Indonesia Catat Prestasi di Lari Lintas Alam Ekstrim

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2015 21:10 WIB
Pelari Indonesia Catat Prestasi di Lari Lintas Alam Ekstrim Lari lintas alam ekstrim masih belum dalam cakupan badan atletik internasional yang baru mengakui cabang lari lintas alam yang berjarak lebih pendek dengan medan lebih mudah. (Getty Image/Harry Engels)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelari lintas alam (trail runner) Indonesia Hendra Wijaya berhasil memasuki garis finis kelima dalam ajang Likeys 6633 Ultra 2015 yang dilangsungkan di kutub utara, Kanada.

Hendra berhasil menyelesaikan kejuaraan lari berjarak 563,2 kilometer tersebut dalam waktu delapan hari.

Situs kejuaraan ini www.6633ultra.com menyebut Hendra berada di belakang empat pelari lain yaitu Natalie Taylor, Daithi O’Muchu, Jonathan Davies dan Tan Juang.


Aki Niaki, rekan Hendra yang juga pegiat trail runner mengungkapkan kejuaraan 6633 Ultra merupakan salah satu ajang lari lintas alam paling ekstrim di dunia, karena peserta harus dapat berlari dengan kondisi kawasan kutub utara yang bersuhu dibawah 10 derajat Celsius.

Aki berharap keberhasilan Hendra Wijaya dapat mendorong perkembangan cabang olahraga lintas alam di Indonesia, sehingga akan lebih banyak pelari yang mampu membubuhkan nama mereka di berbagai kejuaraan cabang olahraga ini yang bergengsi di dunia.

“Dengan prestasi Hendera menyelesaikan kejuaraan lari trail ultra dunia, seperti UTMB (Ultra Trail du Mont Blanc), TDG, UTMF dan banyak lagi, bibit muda pelari trail dunia di Indonesia akan bertambah. Dengan demikian Indonesia akan bisa semakin mengukuhkan namany adi dunia,” kata Aki kepada CNN Indonesia, Sabtu (28/3).

Tanpa Dukungan Pemerintah

Aki juga mengatakan bahwa keberhasilan Hendra dalam kejuaraan Likey 6633 Ultra dapat membuka mata pemerintah terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait cabang olahraga lari trail di Indonesia.

Menurut Aki, meski telah menggelar sejumlah kejuaraan lari lintas alam ekstrim bertaraf internasional pemerintah Indonesia belum memberi perhatian lebih pada cabang olahraga ini.

Aki Niaki menyayangkan hal itu lantaran Indonesia memiliki banyak bibit pelari yang memiliki kemampuan yang setara dengan pelari internasional.

“Yang kami harapkan adalah ada yang menyuarakan hal ini. Apakah tak sayang begitu banyak bibit-bibit pelari muda yang di masa depan bisa mengharumkan nama Indonesia? Selama ini kami bergerak secara mandiri, tanpa bantuan apapun, tetapi sudah bisa mengangkat nama Indonesia,” katanya.

Trail running adalah cabang olahraga yang terdiri dari berlari dan berjalan dalam rute tertentu. Cabang olahraga ini belum berada di bawah Badan Atletik Internasional yang hingga kini hanya mengakui cabang lari lintas alam yang memiliki jarak lebih pendek dan medan lebih mudah dibandingkan dengan trail running. (dim/yns)