Hal itu mengingat keempat tim tampaknya sulit mengejar Chelsea yang berada di puncak klasemen sementara dan masih menyisakan tabungan satu pertandingan. Namun, hal itu tak terlalu memusingkan Manajer Arsenal, Arsene Wenger.
Setidaknya begitu diakui pria asal Perancis tersebut seperti dikutip dari situs resmi Arsenal. Wenger mengatakan terlalu memusingkan hitung-hitungan poin klasemen justru dapat merugikan permainan timnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Arsenal takluk dari The Reds, posisi mereka di peringkat ketiga Liga Primer Inggris berpotensi direbut oleh Manchester United yang akan menghadapi Aston Villa. Saat ini Arsenal berada di peringkat ketiga dengan 60 poin, sedangkan ManCity di peringkat kedua (61 poin), MU di peringkat keempat (59), dan Liverpool di peringkat kelima (54).
Namun sepakbola selalu menghadirkan banyak kejutan, dan sebagai manajer yang telah memiliki jam terbang lebih dari 1.000 pertandingan, Wenger tentunya sangat mengerti akan hal tersebut.
"Tentu saya merasa gugup menjelang pertandingan, karena sepakbola bukanlah matematika," ujar Wenger. "Di matematika, setiap hari Anda akan tahu bahwa satu tambah satu sama dengan dua."
Hal itulah, kata Wenger, sepak bola menjadi suatu hal yang sulit diprediksi. Ia memberi contoh bagaimana sebuah klub kecil seperti Bradford dapat mengalahkan Chelsea, hingga Diego Maradona mampu menjadi pemain terbaik dunia meski posturnya sangat kecil.
Kejutan di dunia sepakbola diakui Wenger selalu membuatnya merasa gugup menjelang pertandingan dimulai.
"Ketidakpastian ini membuat Anda gugup, karena tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi," kata Wenger. (kid/kid)