"Dewan Pers perlu menyelidiki dan menganalisis masalah ini lebih lanjut sebelum menentukan sikap," kata Jimmy lagi. "Apakah penyerangan ini termasuk tindakan kriminal atau yang lainnya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petinggi Persebaya 1927, Saleh Ismail Mukadar, ditampar oleh preman yang memaksa masuk acara diskusi tersebut.
Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sendiri menyesalkan peristiwa tersebut. "Kebebasan berpendapat jangan dibungkam dengan cara kriminal," kata juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, ketika dihubungi via sambungan telepon.
"Apalagi ini suasana jelang kongres (luar biasa PSSI). Entah siapa pun yang berada di balik penyerangan ini, kekerasan hanya akan menimbulkan antipati dan bukan simpati."
Gatot menyatakan bahwa Kemenpora sendiri tidak menerima laporan dari SBO TV atau Persebaya 1927 tentang penyerangan tersebut, namun mendengarnya dari media. Untuk langkah selanjutnya, Gatot menyarankan agar SBO TV membela haknya, baik ke Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) atau ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). (vws)