Namun, belum musim berakhir, Allegri telah membuktikan dirinya pantas dijajarkan di antara deretan pelatih legendaris Juventus. Allegri berhasil mempersembahkan Scudetto ke-31 bagi Juventus ketika liga baru berlangsung 34 pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penting untuk mengalahkan potensi apatis atau terlalu cepat puas," ujar Buffon seperti dikutip dari Football Italia.
"Kami hanya diizinkan merayakan selama sepuluh menit! Pikiran tentang Real Madrid telah melayang di benak kami untuk sementara, namun kegembiraan (meraih Scudetto) tak terelakkan," tukas Buffon. "Kami harus menegakkan kepala dan hati kami untuk menghadapi Semifinal Liga Champions."
Secara terpisah, dalam kesempatan yang sama, Allegri mengakui dirinya sempat tak diterima dan mendapatkan protes yang ramai dari para pendukung Juventus.
"Para pemain memiliki kualitas kemanusiaan yang hebat seperti halnya dalam teknik, salah satu alasan kami bisa memenangkan empat Scudetto secara berturut-turut adalah hal yang luar biasa," ujar Allegri seperti dikutip dari Sky Sports Italia.
Allegri pun mengamini ia meminta para pemain Juventus tak merayakan Scudetto secara berlebihan. Pasalnya mereka akan menghadapi Madrid dalam laga semifinal Liga Champions tengah pekan ini.
"Kami memerlukan sikap (juara) ini pada Selasa nanti, tetapi juga harus lebih baik lagi, karena kami akan menghadapi Real Madrid yang luar biasa," tukas Allegri. "Tim ini harus lebih yakin dapat meraih final."
Allegri pun menilai keberadaan Juventus di semifinal Liga Champions, kemudian Napoli dan Fiorentina di semifinal Liga Europa akan menjadi tanda yang bagus untuk kebangkitan sepak bola Italia. (kid/kid)