Dalam rilis media resmi, seperti dikutip dari ABS CBN News, Polisi Nasional Fililpina (PNP) mengatakan bahwa ada insiden melibatkan senjata api yang termonitor antara jam sembilan pagi hingga tiga sore Minggu (3/5) waktu setempat, atau ketika Pacquiao sedang berbalas pukulan dengan Mayweather.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, area Metro Manila merasakan kedamaian dengan tak ada unit polisi melaporkan insiden pada periode waktu tersebut. Demikian pula dengan area lain di Filipina.
"Saat ia bertarung, angka kriminal turun nyaris mendekati nol. Di bagian selatan Filipina, perang antara militer dan pemberontak berhenti. Bahkan, mereka (militer dan pemberontak) menonton pertandingan Pacquiao bersama," ujar wartawan olahraga bernama JM Siasat seperti dikutip dari Mashable.
Penggambaran itu tidak berlebihan. Seperti dikutip dari Telegraph, pemberontak dari Front Pembebasan Islam Moro sangat antusias mengomentari keberhasilan Pacquiao mengalahkan Ricky Hatton tahun 2009 lalu.
"Pacquiao terlalu cepat mengakhiri pertarungan. Kami bahkan belum membuat tempat duduk kami menjadi 'hangat'," ucap Eid Kabalu, juru bicara pasukan pemberontak tersebut.
"Jika saja Pacquiao bertarung setiap hari, maka tidak akan ada senjata yang menyala," kata Eid Kabalu. (vws)