Penyedia data Mr.Chip pun mengungkapkan, dalam catatan mereka, ini adalah pertama kalinya Bayern tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dalam satu laga resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini pun ia buktikan selama 90 menit. Meski bertanding di hadapan pendukung lawan, Bayern terus aktif untuk menguasai bola dan menyerang. Bahkan, Barcelona yang biasanya memiliki penguasaan bola hingga 69 persen, pada laga tersebut hanya memegang bola 46 persen dari total waktu.
Namun penguasaan tersebut memang tidak efektif dan hanya dikonversi menjadi delapan tembakan. (Baca Juga: Ketika Penguasaan Bola Dikalahkan Sepak Bola Efisien)
Satu faktornya adalah, pada laga tersebut Bayern sendiri hanya menggunakan dua pemain bertipe penyerang murni, yaitu Thomas Muller dan Robert Lewandowski. Guardiola bahkan menggunakan Bastian Schweinsteiger, Xabi Alonso, dan Thiago Alcantara secara bersamaan dan meninggalkan gelandang kreatif Mario Gotze di bangku cadangan.
Tanpa kehadiran Arjen Robben dan Franck Ribery, Guardiola juga kehilangan dua ujung tombak yang sangat handal dalam melakukan serangan balik secara cepat. Keduanya juga menjadi pemain dengan koleksi assist paling tinggi, membuktikan bagaimana Bayern kehilangan pemain yang bisa memberikan umpan akurat untuk dijadikan peluang emas.
Karena itulah, seluruh penguasaan bola Munich pada akhirnya hanya mampu dijadikan delapan tembakan dan tanpa satu pun yang mengenai sasaran. (vws)