Bagi Pelita Jaya, ini adalah kali kedua mereka hanya menjadi runner-up NBL setelah pada musim 2012/2013 dikalahkan Aspac di final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelita Jaya yang diperkuat dua mantan pemain veteran SM, Amin Prihantono dan Faisal J. Achmad, berhasil membalikkan keadaan di kuarter kedua. Dengan keunggulan 20-10 di kuarter kedua, Pelita Jaya mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 33-28 atas SM.
Pertandingan semakin menarik di kuarter keempat. Kedudukan sempat imbang 51-51 saat laga menyisakan tiga menit. Pelita Jaya berbalik unggul 54-51 berkat lemparan tiga poin Amin.
Ironis bagi Pelita Jaya, lemparan tiga angka Amin merupakan kali terakhir mereka mampu menciptakan poin di laga final. Tidak lama berselang dua free throw Rony Gunawan membuat skor 54-53 masih untuk Pelita Jaya.
Rony yang merupakan kapten SM, kembali mendapat kesempatan free throw setelah dilanggar Kelly Purwanto. Kedudukan pun imbang 54-54 setelah Rony hanya mampu melakukan satu kali free throw.
SM berbalik unggul 56-54 melalui lemparan dua angka Arki Dikania Wisnu saat pertandingan menyisakan 44,17 detik. SM pun semakin menjauh setelah Christian 'Dodo' Sitepu dan Rony menyumbang angka.
Kemenangan 62-54 SM di babak final ditutup dengan lemparan dua angka Arki. SM pun merebut gelar NBL ketiganya.
Total SM sudah merebut delapan gelar kompetisi bola basket kasta tertinggi Indonesia (IBL dan NBL). SM juga dipastikan menjadi juara terakhir kompetisi NBL di bawah pengelolaan PT Deteksi Basket Lintas (DBL). (har/har)