Operator kompetisi sendiri sedang berusaha menghentikan aksi mogok tersebut dengan mendaftarkan petisi kepada pengadilan Madrid, dengan keputusan akan dikeluarkan pada Kamis (14/5) sore atau malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi ini terlihat kacau jika dilihat dari luar, namun Barca tidak ingin membiarkan kisruh tersebut merusak euforia mereka setelah memastikan diri akan tampil di final Liga Champions.
"Hanya ada 90 menit di antara kami dan gelar Liga Champions kelima," kata pelatih Barca, Luis Enrique pada sesi jumpa wartawan seusai memastikan diri melaju ke final.
"Kami juga hanya berjarak satu kemenangan lagi dari gelar juara di tiga kompetisi," ujar mantan gelandang Barca dan timnas Spanyol yang sedang menjalani musim pertama sebagai pelatih di Camp Nou itu. "Kami sangat senang."
Situasi bahagia di kubu Barcelona ini berkebalikan dengan yang terjadi di Real Madrid. Tak hanya berselisih empat angka dengan Barca di klasemen sementara, Los Galacticos juga baru disingkirkan Juventus di Liga Champions.
Dengan telah tersingkir di Piala Raja pada Januari lalu, anak-anak asuh Carlo Ancelotti terancam mengakhiri musim tanpa satu pun gelar utama -- dianggap sebagai bencana bagi klub terkaya di dunia itu.
"Tentu saja hal ini tidak kami inginkan. Namun, secara matematis kami masih memiliki peluang untuk memenangkan liga dan kami akan berjuang hingga hal ini tak mungkin lagi," kata penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale, kepada Sky Sports pada Rabu (13/5) lalu.
"Hanya itu yang bisa kami lakukan." (vws)