Menang Liga Rusia, Villas-Boas Dikritik Membosankan

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2015 13:10 WIB
Menang Liga Rusia, Villas-Boas Dikritik Membosankan Andre Villas-Boas membawa Zenit St. Petersburg memenangkan gelar Liga Primer Rusia di musim keduanya melatih. (REUTERS/Alexander Demianchuk)
Moskow, CNN Indonesia -- Meski Andre Villas-Boas bisa memenangkan Liga Primer Rusia untuk pertama kali sejak melatih Zenit St. Petersburg, ia belum bisa membungkam para pengkritiknya.

Tim yang berasal dari kota terbesar kedua di Rusia tersebut mengokohkan diri sebagai juara pada Minggu (17/5) setelah mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Ufa. Namun, gaya bermain Zenit membuat Villas-Boas menerima banyak kritikan.

"Zenit memainkan sepak bola membosankan," kata Boris Chukhlov yang memenangkan gelar Liga Soviet bersama Zenit pada 1984 kepada Reuters.


"Ia memiliki tim penuh bintang namun taktiknya terlalu berhati-hati. Timnya menunjukkan anti-sepak bola, yang prinsipnya adalah menyerahkan bola secepat mungkin kepada Hulk atau Danny."

Villas-Boas mengambil alih klub tersebut pada Maret 2014. Di musim pertama, ia membawa Zenit berada di peringkat kedua, hanya berselisih satu angka dari juara liga ketika itu, CSKA Moskow. Satu tahun kemudian, ia mampu merebut gelar dengan dua pertandingan tersisa.

Meski demikian, Zenit tampil mengecewakan di Liga Champions dan tersingkir di babak grup.

"Kami memiliki skuat yang sangat kuat dan dengan berhadapan dengan musuh-musuh yang sangat lemah, mereka seharusnya bisa membungkus gelar juara Rusia dua bulan lalu dan seharusnya bisa tampil lebih baik lagi di kompetisi Eropa," kata Chuklov.

"Villas-Boas berkata bahwa ia pengagum pelatih Chelsea, Jose Mourinho. Namun, tim Mourinho memainkan sepak bola yang lebih agresif. Sementara itu, Zenit mencetak satu gol dan kemudian para pemain belakang mulai mengirimkan bola-bola panjang."

"Hal ini membosankan dan memuakkan."

Chuklov juga mengkritik Villas-Boas karena ia selalu melancarkan serangan kepada berbagai pihak dalam sesi jumpa wawancaranya.

"Ia selalu mengeluh," kata Chuklov. "Entah itu soal wasit yang melakukan kesalahan, kondisi lapangan yang buruk...dan selanjutnya dan selanjutnya. Meski demikian, lebih banyak pertanyaan seharusnya diajukan kepada manajer yang ini."

Beberapa pengamat lain juga mengungkapkan kekhawatiran mereka karena Zenit terlalu sering mengandalkan para pemain asing, seperti: Ezequiel Garay, Axel Witsel, Javi Garcia, Hulk, dan lainnya.

"Saya ingin bertanya pada pelatih kepala -- di mana pemain-pemain dari tim muda kami?" kata Chuklov.

"Kami memiliki gelandang berbakat berusia 22 tahun, Pavel Mogilevets, yang telah dipanggil oleh timnas Rusia. Tapi, seperti banyak pemain muda lain, ia tak dibutuhkan oleh Villas-Boas."

Sementara itu, sang pelatih berkata bahwa ia memiliki tujuannya sendiri.

"Kami harus menjadi satu dari 10 klub teratas di Eropa," kata pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut.

Beberapa media Spanyol mengatakan bahwa Villas-Boas juga sedang diawasi Real Madrid.

"Mengapa Real Madrid membutuhkan dirinya?" tanya Chuklov sembari menambahkan, "Saya membaca bahwa presiden Tottenham merasa beruntung karena telah menyingkirkannya. Saya kira ia tidak bisa bekerja sama dengan klub-klub papan atas."

(vws)