"Bahkan dengan semua kemenangan yang dia raih sekarang, dia masih mempertanyakan dirinya sendiri. Salah satu hal yang dia bilang ke saya ketika kembali ke Yamaha adalah, 'Saya harap saya masih bisa menang'," ujar Meregalli seperti dilansir Motorsport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dua tahun yang sulit, Rossi pantas meragukan diri sendiri. Sedikit demi sedikit, dia mampu membangun motor dengan karakternya sendiri di Yamaha," ucap Meregalli.
Salah satu kunci sukses Rossi adalah berpisah dengan kepala mekanik, Jeremy Burgess, pada akhir musim 2013. Padahal pebalap asal 36 tahun itu sudah bekerjasama dengan Burgess sejak 2000. Rossi kemudian memilih Silvano Galbusera sebagai pengganti.
"Rossi mencari motivasi baru. Dia mengatakan, di usianya saat ini, semua tergantung pada detail kecil. Dia butuh seseorang yang mampu memotivasinya," ucap Meregalli.
Mengenai masa depan Rossi yang kontraknya bersama Yamaha berakhir pada akhir musim 2016, Meregalli mengaku tidak bisa menjawabnya.
"Saya tidak tahu kapan dia akan berhenti membalap. Dia selalu bilang, selama dia masih kompetitif, dia akan terus membalap," ujar Meregalli. (har/har)