Sempat dirawat dua bulan di Rumah Sakit Yokkaichi, Jepang, pembalap asal Perancis itu dipindahkan ke kampung halamannya di Nice. Namun kondisinya tak banyak berubah hingga saat ini. Pebalap berusia 25 tahun tersebut belum kunjung sadar dari tidur panjangnya meski tak lagi berada dalam kondisi koma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi, dia terus berjuang dan memberikan banyak harapan bagi orang-orang terdekatnya, dan itu sangat penting bagi kami."
Hidup Berakhir Sejak Kecelakaan Terjadi
Philippe juga mengakui kehidupan keluarganya 'berakhir' sejak kecelakaan parah yang dialami putranya. "Saya pikir kami semua berhenti hidup setelah hari itu, 5 Oktober. Itu merupakan suatu kejadian yang tidak pernah Anda harapkan," ujar Philippe melanjutkan.
"Berada di kasur rumah sakit bukanlah keinginan Jules. Ini bukanlah kehidupannya, ini juga bukan yang kami inginkan untuknya. Tetapi kami harus terus berharap."
Grand Prix Monaco yang akan belangsung Minggu (24/5) nanti memiliki kenangan tersendiri bagi ayah pembalap Marussia tersebut, karena pada musim lalu Bianchi berhasil mengakhiri balapan di posisi kesembilan.
"Mendapatkan poin di F1 merupakan mimpi Jules, dan ia melakukan itu bersama Marussia," ujar Philippe mengenang pencapaian anaknya musim lalu. "Saya berada di sana, dan cukup beruntung untuk menjadi orang pertama yang ia datangi. Itu merupakan momen yang sangat luar biasa."
"Tetapi kini Jules masih ada di sini, meski kecelakaan yang ia alami, ia masih tetap di sini dan masih terus berjuang."
Philippe sendiri bersyukur dengan dukungan yang diberikan berbagai pihak untuk buah hatinya. "Ia mendapatkan kekuatan dari semua orang yang memikiirkan dirinya. Dia dapat merasakan itu dan ini semua sangatlah indah. Kami sangat tersentuh," pungkas Philippe. (vws)