Sesuai prosedur, Pahang seharusnya mendapatkan surat rekomendasi/jaminan pengajuan visa dari klub dan federasi sepak bola negara yang akan menjamu mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat rekomendasi yang diberikan oleh BOPI kami terima jam 7 atau delapan (Sabtu, 23 Mei) malam. Waktu kami mengajukan ke imigrasi katanya libur dan tidak bisa memproses," ujar Rocky saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon.
"Kami menerima surat pengajuan rekomendasi dari Persib hari Jumat (22/5) jam satu siang, lalu dari Persipura jam tiga siang ketika sudah tutup kantor. Karena rekomendasi harus melalui proses dan ditandatangani oleh Ketua Umum, maka surat baru bisa selesai Sabtu."
"Memang sempat terjadi kesalahan teknis pengiriman surat rekomendasi untuk Persipura, namun satu jam kemudian telah kami kirimkan suart yang benar ke akun email Persipura," kata Ruby saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Melalui rekam foto yang diterima CNN Indonesia, BOPI mengirimkan surat pertama untuk Persipura pukul 13.58 WIB dan surat kedua pukul 15.01 WIB.
BOPI menerbitkan surat rekomendasi untuk tiga pemain asing Pahang FA, yaitu Dickson Nwakaeme, Zesha Rehman, dan Damion Delano Stewart, dan juga untuk enam pemain asing klub lawan Persib, Kitche FA.
Menurut Ruby, BOPI sendiri bertugas untuk memberikan surat rekomendasi kepada pihak klub di Indonesia, yaitu Persib dan Persipura, sementara kelanjutan dari rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada pihak klub.
Rocky menuturkan, tidak menutup kemungkinan proses pengajuan visa bisa dilakukan pada Senin (25/5), namun Pahang FA terlanjur kecewa dan memutuskan untuk kembali ke negaranya.
Hal sama juga dinyatakan oleh CEO Pahang FA, Fahrizal Hasan, melalui akun Twitternya. Ia mencuitkan kekecewaannya terhadap pengalaman ia dan timnya di Indonesia.
[Gambas:Twitter] (vws)