Penangkapan sendiri berlangsung tanpa gaduh karena adanya perjanjian antara Amerika Serikat dan Swiss, yaitu Swiss setuju untuk menyerahkan pihak-pihak yang menghadapi tuntutan di Amerika Serikat atas tuduhan kriminal -- namun tidak untuk urusan pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga Perkataan Maradona: Presiden FIFA Seharusnya Tinggal di Kulkas
Termasuk di antara para petinggi FIFA yang ditangkap adalah Wakil Presiden FIFA, Jeffrey Webb dari Cayman Islands dan Eugenio Figueredo dari Uruguay, dan juga Jack Warner dari Trinidad dan Tobago, seorang anggota Komite Eksekutif FIFA yang pernah dituduh melakukan berbagai tindakan tidak terpuji.
FIFA adalah otoritas sepak bola dunia yang mengatur pertandingan internasional dan juga Piala Dunia. Di bawah kepemimpinan Sepp Blatter, FIFA mengumpulkan pemasukan lebih dari US$ 5,7 miliar dengan Piala Dunia menjadi ajang paling banyak ditonton di televisi sepanjang sejarah.
Selama kepemimpinan Blatter juga FIFA sering kali diselidiki karena masalah penipuan dan kasus suap. Namun, Blatter diprediksi akan terpilih sebagai presiden untuk yang kelima kalinya.
Tuduhan suap dan korupsi dalam proses pemilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi kasus paling besar selama sejarah organisasi tersebut. Beberapa petinggi FIFA pun meninggalkan organisasi tersebut setelah mereka terbukti melakukan tindakan tidak terpuji, termasuk di antaranya Mohamed bin Hammam, seorang pengusaha Qatar yang memimpin Confederasi Sepak Bola Asia.
FIFA sempat meminta pengacara asal Amerika Serikat, Micahel Garcia, melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Namun, setelah Garcia memberikan laporan, FIFA menolak mempublikasikannya dan hanya memberikan intisari laporan setebal 42 halaman. Setelahnya, Garcia pun mengundurkan diri dari Komite Etik FIFA sebagai bentuk protes.
Baca Berita Selanjutnya: Wakil Presiden FIFA Termasuk Salah Satu yang Ditangkap di Swiss (vws)