Sementara itu, anggota Komite Eksekutif, Tonny Apriliani, mengatakan hal tersebut merupakan hak prerogatif dari delegasi PSSI di Swiss dan bahwa di sana utusan PSSI sedang mengamati situasi terkini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemilihan tersebut, Pangeran Ali Bin Al Husein menjadi satu-satunya lawan bagi Sepp Blatter setelah dua calon, Luis Figo dan Michael van Praag, telah menyatakan undur diri.
Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyatakan ulang dukungannya kepada pemimpin FIFA, Sepp Blatter, dan meminta agar kongres pemilihan presiden akan tetap berlangsung sesuai jadwal, meski FIFA kini sedang didera skandal terbesar dalam sejarah sepak bola.
FIFA baru saja mengalami tsunami skandal setelah kepolisian Swiss menangkap petinggi-petinggi FIFA karena tuduhan korupsi, pencucian uang, dan juga kejahatan terorganisir. Kini para pejabat FIFA itu sedang menanti ekstradisi ke Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam mereka akan menghadapi tuntutan korupsi dan tuduhan menerima suap lebih dari US$ 150 juta terkait hak siar turnamen-turnamen di zona CONCACAF.
Mengenai hal tersebut, Tonny pribadi berpendapat bahwa hal itu sangat merugikan pihak internasional maupun para anggota FIFA. Ia menekankan kepengurusan FIFA harus bertanggungjawab.
Senada, Erwin pun mendukung pemberantasan korupsi di Badan Sepak-bola Global tersebut. "Tidak bagus untuk sepak bola. Itu melanggar kode etik," ucapnya. (vws)