"Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk bekerja sama dengan BUMN dan swasta, terutama dalam kaitan dengan pembinaan sepak bola usia dini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan oleh Imam seusai bertemu dengan Jokowi. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mengatakan bahwa kompetisi akan digelar setelah bulan Ramadhan.
Imam kemudian membeberkan rincian uang hadiah yang akan diterima oleh peserta dalam turnamen tersebut, yaitu uang pembinaan untuk masing-masing klub Rp 100 juta, sementara total uang hadiah adalah Rp 10 miliar.
"Juara pertama lima miliar rupiah, juara kedua tiga miliar rupiah, dan juara ketiga dua miliar rupiah," kata Imam. (Baca Berita Selengkapnya: Menpora Katakan Turnamen Mulai 2 Agustus, Hadiah Rp 10 Miliar)
Pada hari yang sama, Jokowi juga menemui Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar, sebelum bertemu dengan Imam.
Menurut Agum, ia meminta kepada Jokowi agar mendesak Imam mencabut sanksi untuk PSSI agar induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut segera terlepas dari sanksi FIFA.
"Saya mengerti kalau pemerintah menginginkan pembinaan sepak bola nasional diperbaiki dan dibenahi. Pembenahan total. Kami mengerti dan menghormati sekali," kata Agum.
"Tetapi tentu tidak dengan cara mengamputasi PSSI. Jadi, kami menyarankan agar kita benahi persepakbolaan nasional, tapi PSSI-nya harus aktif kembali."
Baca Penuturan Agum Selengkapnya: Temui Presiden, Agum Yakin Sanksi PSSI Segera Dicabut (vws)