Ariel Ortega, Juan Sebastian Veron, Martin Palermo, Marcello Gallardo, Kily Gonzalez, Hernan Crespo, Juan Roman Riquelme, Pablo Aimar, Javier Zanetti, Walter Samuel, Roberto Ayala, Javier Saviola adalah sebagian dari deret nama-nama terkenal yang pernah memperkuat Argentina setelah edisi 1993.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib buruk itu pula yang terjadi pada Argentina di penyelenggaraan terakhir Copa America tahun 2011. Berstatus sebagai tuan rumah dan memiliki skuat mentereng macam Lionel Messi, Carlos Tevez, Javier Mascherano, hingga Diego Milito, Argentina malah sudah harus tersisih di babak perempat final.
Terlebih bagi Messi, ajang Copa America ini lagi-lagi jadi pembuktian bahwa ia bisa memberikan trofi bagi negaranya.
Sejak junior, Messi sudah diharapkan bisa kembali mengulang masa kejayaan Argentina, terutama usai Messi membawa Argentina memenangi Piala Dunia U-20 dan Olimpiade 2008 di Beijing.
Namun yang kemudian terjadi, Messi justru tak lagi mampu membawa Argentina berjaya setelah itu.
"Tim ini sangat pantas untuk memenangi sebuah gelar. Setelah kekalahan di final Piala Dunia, kami menyadari bahwa ada sesuatu yang salah di tim ini," ucap Messi seperti dikutip dari Estoenlinea.
"Bagi saya pribadi, kondisi saya saat ini lebih baik dibandingkan kondisi saya jelang Piala Dunia tahun lalu," kata Messi menebar ancaman.
Berat Sejak Awal
Namun sebelum berbicara lebih jauh mengenai peluang juara, Argentina sendiri sudah akan menghadapi duel-duel sengit di babak penyisihan grup.
Di babak penyisihan, Argentina sudah harus berjibaku melawan Paraguay dan Uruguay yang selama ini jadi titik kekuatan di Amerika Selatan.
Bila Argentina tergelincir dan gagal menjadi juara grup, bisa jadi mereka sudah harus bertemu Brasil yang menjadi favorit juara grup C di babak perempat final.
Karena itulah, Argentina sudah harus tancap gas sejak awal turnamen digelar. Kesalahan empat tahun lalu tidak boleh terulang.
Ketika itu Argentina seri di dua pertandingan awal dan mengakhiri babak penyisihan dengan status hanya sebagai runner up grup. Hal itu membuat Messi dan kawan-kawan bertemu favorit juara lainnya, Uruguay yang akhirnya menyingkirkan mereka lewat drama adu penalti. (ptr/ptr)