Menurut Daily Mail, Farah pertama kali melewatkan tes doping tersebut tahun 2010, sebulan sebelum ia bergabung dengan Kepala Pelatih Nike Oregon Project, Alberto Salazar -- pelatih yang dalam sorotan karena diduga memberi doping salah satu anak didiknya, Galen Rupp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daily Mail mengklaim memiliki akses pada dokumen-dokumen hukum yang menunjukkan Farah dan timnya mengajukan banding ke Ukad atas tes kedua yang mereka lewatkan.
Hari Rabu (17/6), Farah mengumumkan bahwa ia akan berkompetisi di Monaco Diamond League pada 17 Juli mendatang. Ajang ini akan menjadi balapan pertamanya sejak pelatihnya dituduh memberikan doping kepada Rupp.
Farah mengundurkan dari lomba 1.500 meter di Birmingham tanggal 7 Juni karena ia merasa tuduhan tersebut menguras fisik dan emosinya.
Setelah undur diri, Farah kembali ke Amerika Serikat untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya dan 'mencari jawaban'' dari Salazar tentang klaim doping.
Salazar adalah mantan pelari yang salah satu prestasinya adalah juara Boston Marathon (1982) dan tiga kali juara New York Marathon (1980, 1981, 1982). Laki-laki berusia 56 tahun kelahiran Havana ini juga sempat menjadi atlet perwakilan Amerika Serikat dalam Olimpiade di Los Angeles tahun 1984.
Salazar dituduh memberikan anabolic steroid testoterone kepada Rupp pada 2002 silamg ketika sang pelari masih berusia 16 tahun. Namun Salazar membantah klaim tersebut. Dugaan Salazar melakukan praktik teknik doping ini terungkap lewat video dokumenter BBC berjudul Catch Me If You Can, yang diproduksi Panorama dan spesialis jurnalisme investigasi Amerika Serikat, ProPublica.
Dokumenter tersebut tidak pernah menyebutkan bahwa Farah terlibat doping. (vws)