Beberapa pihak sempat berspekulasi merosotnya penampilan pemain asal Argentina ini disebabkan oleh insiden perampokan yang menimpanya pada Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angel Di Maria sebelum dan sesudah Piala Dunia sangatlah berbeda karena saya memberikan segalanya di atas lapangan (saat Piala Dunia)," ujar Di Maria kepada Goal.
Namun Di Maria sendiri tidak tampil di babak semifinal dan final, karena cedera yang ia alami di babak perempat final saat menghadapi Belgia.
Meski gagal membawa Argentina menjadi juara, Di Maria tetap menyebut penampilan ia dan rekan-rekannya selama gelaran Piala Dunia 2014 berlangsung sebagai sebuah momen yang memuaskan.
"Kami tidak mampu meraih kemenangan (di partai puncak), tetapi kami telah memberikan segalanya di atas lapangan dan menciptakan sejarah."
"Argentina kembali ke puncak Piala Dunia. Kami selalu mengatakan kami ingin menjadi legenda tetapi kami tak mampu melakukannya. Namun itu akan tetap menjadi kenangan bagi kami," ujar Di Maria melanjutkan.
Di Maria sendiri terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan terakhir Argentina melawan Jamaika, yang berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi Tim Tango.
Kemenangan tersebut membawa Argentina lolos ke perempat final Copa America dan akan menghadapi Kolombia di babak tersebut. (ptr/ptr)