"Ia teman saya. Kami pernah makan malam dan minum anggur bersama. Ia spesial. Sebagai pemain, ia memiliki bakat khusus dan sebagai pelatih pun ia melakukan kerja yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berkawan dengan Diaz, Dunga harus mempersiapkan yang terbaik terutama karena Paraguay sendiri mengantarkan kekalahan bagi Brasil di pertemuan terakhir, meski melalui drama adu penalti.
"Kami tidak pernah membangun tim ini dengan seseorang menjadi pusat kekuatannya. Saya selalu yakin bahwa Brasil akan tampil semakin baik saat turnamen mulai memasuki fase krusial," kata Dunga.
Sementara itu, Ramon Diaz akan mengandalkan keseimbangan timnya dalam menghadang langkah Robinho dan kawan-kawan. Setidaknya kesimpulan ini lah yang diambil Diaz setelah Paraguay memastikan satu tiket ke perempat final dengan menjadi runner-up di fase grup -- setelah mendapatkan satu kemenangan dan dua imbang.
"Saat ini, keseimbangan tim sangat baik. Ketika turnamen ini dimulai, kami harus menghadapi Argentina, Jamaika, dan Uruguay, dan sekarang kami telah mendapatkan satu tempat di perempat final."
Diaz juga tak lupa untuk memuji para pemainnya.
"Ini semua karena kerja keras dan usaha para pemain. Mereka adalah bintangnya. Saya sangat senang dengan yang telah kami lakukan."
(vws)