Bila dibandingkan dengan jumlah yang ia dapat, maka angka 200 ribu poundsterling (4,1 miliar rupiah) adalah jumlah yang tak berarti apa-apa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komite Kejuaraan Dunia WBO memutuskan untuk mengosongkan sabuk kelas welter WBO setelah Mayweather Jr. tidak mematuhi peraturan WBO tentang penyelenggaraan Kejuaraan Dunia," ucap WBO dalam pernyataannya.
Bukan hanya menjadi juara dunia di kelas welter, saat ini Mayweather Jr. juga menjadi juara dunia di kelas welter super. Hal ini sejatinya bertentangan dengan regulasi yang ada.
Dua badan tinju dunia lainnya, WBA dan WBC memberikan toleransi besar dengan membiarkan Mayweather Jr. menjadi juara dunia di dua kelas tersebut.
Sedangkan WBO masih tetap pada prinsipnya untuk tidak membiarkan seorang petinju menjadi juara dunia di dua kelas berbeda, meskipun mereka memberikan kelonggaran selama dua bulan, jauh lebih lama dari waktu normal 10 hari.
"WBO sangat menghormati Floyd Mayweather Jr. dan seluruh hal yang telah ia lakukan sepanjang kariernya.
"Mayweather Jr. selalu menyetujui dan mengerti bahwa seorang juara dunia memiliki keistimewaan dan juga tanggung jawab."
"Sebagai juara dunia WBO, itu berarti ia harus berada dalam kondisi mematuhi peraturan dan regulasi WBO," kata WBO melanjutkan penjabarannya.
Meski gelar WBO-nya dicabut, sepertinya Mayweather Jr. sendiri tidak akan terlalu ambil pusing.
"Ini benar-benar memalukan."
"Mayweather telah mendapatkan respek yang luar biasa dari badan tinju yang ada di dunia ini dalam 19 tahun kariernya. Dia tak akan bisa didikte oleh organisasi manapun terkait keputusan yang akan diambilnya," ujar CEO Mayweather Promotions, Leonard Ellerbe. (ptr/ptr)