"Tiga pekan lalu, [Rafa] Benitez datang dan klub mulai berkoar soal mendatangkan [David] De Gea dan juga berkata bahwa Keylor Navas adalah penjaga gawang yang hebat," kata Marquez seperti dikutip dari AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez pun mengatakan bahwa Casillas sebenarnya tidak ingin pindah dan sang kapten Madrid pun tidak akan menuntut dirinya dijadikan penjaga gawang nomor satu.
Kepergian Casillas dari Madrid adalah akhir saga yang telah berlangsung sejak era Jose Mourinho menjadi pelatih. Kiper berusia 33 tahun itu sempat dituduh sebagai mata-mata dan membocorkan informasi kepada media sehingga ia sering dicadangkan. Menurut Marquez, kondisi tidak harmonis di ruang ganti sendiri sering disebabkan oleh Perez.
"Ketika pada 2009 ia kembali, ia terus menyerang ruang ganti dan hal ini menjadi masalah utamanya. Ia tidak suka para pemain menjadi pusat perhatian. Semua dominasi yang ia lakukan adalah untuk uang dan untuk membuat orang menurut kepadanya."
"Dan ia salah soal hal itu, karena ruang ganti seharusnya menjadi tempat yang nyaman, tempat yang aman. Madrid lebih besar dan lebih penting ketimbang Florentino Perez."
"Ia pikir dirinya adalah dewa Real Madrid namun yang ia ciptakan hanya kegelisahan."
Menurut Marquez, hal yang terjadi pada Casillas bukan yang pertama dan pernah menimpa legenda klub lainnya.
"Ia menendang orang-orang terbaik yang pernah dikenalnya. Semua orang mesti menyadari hal itu. Semua berubah menjadi buruk untuk Fernando Hierro, Raul Gonzales, Vincente Del Bosque....Ada yang salah dengan hal ini." (vws)