Dalam penilaian Putin, Blatter juga para kepala federasi olahraga lainnya, pantas mendapatkan penghargaan itu karena berupaya menunjukkan kegembiraan dan sportivitas lewat kejuaraan olahraga internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dari skandal itu diyakini menyangkut kepada penentuan tuan rumah Piala Dunia, termasuk di Rusia.
Akibat skandal yang melibatkan pejabat-pejabat eksekutif FIFA, Blatter yang baru saja terpilih kembali untuk memimpin FIFA kelima kalinya itu telah mengumumkan akan menyerahkan mandat kepada Kongres.
Rapat komite eksekutif FIFA pun menentukan agenda Kongres untuk mencari pengganti Blatter akan digelar pada 26 Februari 2016.
Blatter mengumumkan ia akan mengundurkan diri pada tanggal 2 Juni menyusul penangkapan tujuh pejabat FIFA sebagai bagian dari penyelidikan Amerika Serikat yang melihat 14 orang terindikasi dalam skandal suap dan korupsi.
Sebuah investigasi kriminal yang terpisah dilakukan otoritas Swiss untuk mencari tahu tentang tudingan skandal serupa berlangsung pada penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
"Kita semua tahu situasi berkembang di sekitar Bapak Blatter sekarang," ucap Putin menambahkan dalam sebuah wawancara dengan televisi Swiss.
"Saya tidak ingin masuk ke rincian tapi secara pribadi, saya tidak percaya sepatah kata pun tentang dia terlibat dalam korupsi." (kid/kid)