Dika Dania Kardi
Lulusan Ilmu Jurnalistik di Universitas Padjadjaran. Mengawali karier wartawan profesional bersama surat kabar Media Indonesia. Kini menjadi jurnalis untuk CNN Indonesia.

Bisakah Wenger Mengulang Sejarah The Invincibles?

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2015 21:46 WIB
Bisakah Wenger Mengulang Sejarah The Invincibles? Santi Cazorla dan Alex Oxlade-Chamberlain melakukan selfie setelah Arsenal menjuarai FA Community Shield, 2 Agustus 2015. Arsenal mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0. (Reuters/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan bintang Manchester United Roy Keane berkomentar miring tentang skuat Arsenal sebelum laga Community Shield akhir pekan lalu.

Menurut mantan kapten ManUtd (1997-2001) tersebut para pemain Arsenal lebih doyan memotret diri sendiri (selfie atau wefie) dengan kamera ponsel dan perut yang lebih terlihat six-packs.

"Arsenal sungguh memiliki beberapa pemain yang sungguh baik, beberapa memiliki karakter yang bersedia mengangkat lengan baju, tetapi mereka juga memiliki satu atau dua pemain yang lebih tertarik dengan selfie dan six-packs, orang yang selalu mencoba mengambil gambar mereka sendiri setiap hari dalam sepekan," ujar Keane.


Baca: Pendapat Lengkap Roy Keane tentang Skuat Arsenal

Keane pun bosan mendengar pernyataan yang menyebut Arsenal sebagai penantang serius titel Liga Inggris. Arsenal memang terakhir kali menjadi juara Liga Inggris lebih dari sedekade lalu (2003/04).

Dan, lanjut Keane, dengan tingkah laku pemain yang lebih doyan selfie dan tertarik dengan perut six-packs, Arsenal akan sulit mengejar titel dibandingkan Chelsea.

Komentar Keane itu membuat telinga penggawa Arsenal panas, salah satunya Aaron Ramsey. Pemuda berusia 24 tahun itu membalas komentar Keane setelah ia dan rekan-rekannya memenangkan trofi Community Shield, Minggu (2/8).
Aaron Ramsey melakukan selfie bersama penggemar Arsenal saat tur pramusim di Singapura bulan lalu. (Getty Images/Stanley Chou)

"Menurut saya kami lebih memiliki kapabilitas (memenangkan liga) dan saya harap kami dapat membuktikan dia (Keane) salah musim ini," ujar Ramsey usai Arsenal menaklukkan juara Liga Inggris musim lalu, Chelsea, 1-0 di ajang Community Shield, Stadion Wembley, London.

"Kami memiliki pramusim yang baik dan semoga saja dapat lebih kuat di liga nanti," kata Ramsey yang juga terinspirasi dengan kehadiran kiper senior baru Arsenal, Petr Cech.

Tak Banyak Tambah Pemain

Hingga hampir sebulan lagi bursa transfer musim panas ditutup, Arsenal baru merekrut satu pemain yaitu Cech dengan harga 11 juta poundsterling dari Chelsea.

Namun satu pemain itu bisa memberi manfaat yang besar bagi Arsenal. Ia membantu Arsenal memenangkan Community Shield pada Minggu malam lalu.

Siapa tak kenal Cech yang selama sedawarsa terakhir merupakan dewa penjaga di bawah mistar gawang Chelsea.

Kini, Wenger disebut tengah mengincar Karim Benzema untuk menambah amunisi di lini depan menemani Theo Walcott, Olivier Giroud, Danny Welbeck, dan Alexis Sanchez.

Selain Cech--dan mungkin Benzema nanti--tak banyak pemain yang menambah barisan skuat Arsenal.

Lain halnya dengan rival domestiknya seperti Liverpool (sejauh ini telah menambah tujuh pemain baru), Manchester United (enam pemain baru), Chelsea (lima pemain baru), Manchester City (tiga pemain baru), dan Tottenham Hotspur (tiga pemain baru).

Tanpa banyak tambahan pemain, skuat Arsenal yang mengisi Starting XI di lapangan hijau kelak tak akan banyak mengalami perubahan dibandingkan musim lalu -- hanya Cech yang dilapisi David Ospina dan Damian Martinez, setelah Wocjiech Szczesny memilih dipinjamkan ke AS Roma.

Tanpa perubahan banyak, dan munculnya kematangan pemain dari mulai lini belakang hingga depan, Wenger justru memiliki nilai tambah untuk mengarungi Liga Inggris musim depan.

Kiper Baru dan Sejarah The Invincibles

Pendukung The Gunners tentu saja ingin melihat klub tercintanya dapat kembali merengkuh gelar Liga Inggris. Harapan mereka bisa saja terwujud. Pasalnya, mengutip ungkapan Ramsey, peluang itu kian besar karena kehadiran Cech di bawah mistar gawang.

Kembali pada 2003 silam. Pada bursa transfer musim panas 2003, Wenger merekrut kiper baru, Jens Lehmann dari Borussia Dortmund, untuk mengganti David Seaman yang habis masa kontrak dan pindah ke Manchester City.

Lehmann kemudian bermain di seluruh pertandingan Liga Inggris Arsenal dan ikut membawa tim itu menjadi juara. Seperti dilansir dari situs ESPN FC, Lehmann yang kala bergabung masih berusia 33 tahun melakukan 224 penyelamatan gawang.

Hasilnya, di akhir musim, Lehmann dkk mengangkat trofi dengan rekor 26 kemenangan, 12 imbang, tanpa kalah sekalipun.

Lehmann membuktikan dirinya adalah jawaban bagi perasaan aman para pemain Arsenal agar gawangnya tak kebobolan. Kematangan Lehmann di depan gawang terbantu dua bek sentral pemain inti timnas Inggris dan Pantai Gading, Sol Campbell dan Kolo Toure. Tak hanya itu, di lini tengah, Arsenal saat itu dikawal dua raksasa, Gilberto Silva dan Patrick Vieira, sementara lini depan Arsenal dihuni duet legenda Dennis Bergkamp dan Thierry Henry.

Memasuki musim 2014/15, Wenger memang telah mendapatkan Cech. Kiper berpengalaman yang kaya akan prestasi. Pria asal Republik Ceko itu pun dinilai sebagai salah satu kiper terbaik dunia selama dekade 2000an hingga saat ini.

Di satu sisi, Cech saat ini berusia 33 tahun. Usia yang sama kala Lehmann bergabung dengan Arsenal.

Harapan di Lini Tengah Arsenal

Jika kembali membandingkan barisan pertahanan saat ini dan tempo 2003/04, lini sentral pertahanan Arsenal kini dihuni dua bek timnas Eropa yaitu Laurent Koscielny (Perancis) dan Per Mertesacker (Jerman).

Di lini tengah, pada ajang Community Shield pekan lalu, Wenger menempatkan dua gelandang bertahan mungil, Francis Coquelin (178cm) dan Santi Cazorla (165cm).

Memang hal ini berbeda dengan musim 2003/04 yang dihuni dua gelandang sentral raksasa, Silva (185cm) dan Vieira (192cm). Namun, laga Community Shield pekan lalu memberikan sebuah harapan. Coquelin menjadi pemutus serangan Chelsea, sementara Cazorla memainkan peran seperti yang dimainkan Andrea Pirlo di Juventus: playmaker.

Jika Cazorla absen, Wenger masih memiliki Tomas Rosicky, Mikel Arteta, dan Jack Wilshere yang juga bisa memainkan peran sama.

Petr Cech saat ini berusia 33 tahun. Usia yang sama kala Jens Lehmann bergabung dengan Arsenal
Kemudian, Mesut Ozil memainkan peran nomor 10 di belakang penyerang utama. Ramsey pun terlihat lebih baik bermain di depan di posisi lebih ke kanan.

Saya melihat Ramsey di posisi itu seperti Ray Parlour yang menjadi favorit fans Arsenal karena daya juangnya yang besar. Ramsey yang direkrut Arsenal dari Cardiff City saat ia masih berusia 18 tahun itu pun kerap mendapatkan penilaian sebagai gelandang yang komplet.

Kemudian, saya mengenang masa-masa di mana Robert Pires dan Frederick Ljunberg menyisir sayap, memberi umpan silang, dan terkadang menerobos untuk mencetak gol pada musim 2003/04.

Kali ini di tim Arsenal ada Alex Oxlade-Chamberlain, Alexis Sanchez, dan Theo Walcott. Masing-masing winger itu pun bisa dimainkan sebagai penyerang sentral, seperti yang dilakoni Walcott pada ajang Community Shield pekan lalu.

Kemudian di lini depan, bisakah Olivier Giroud dan Danny Welbeck mengulangi kejayaan Bergkamp dan Henry. Namun, mengingat ketatnya kompetisi dan persaingan sepak bola saat ini, Wenger membutuhkan penyerang yang oportunis dalam mencetak gol.

Jika memang Wenger mengincar Benzema, ia akan menjadi jawaban yang tepat. Musim lalu, di balik Ronaldo dan Gareth Bale, Benzema mencetak 15 gol dari 29 pertandingan di Liga Spanyol.

Dan, tentu saja kehadiran Benzema akan melanjutkan tradisi Wenger dengan French Connection di Arsenal.

Apalagi kedua penyerang sentral Arsenal yang ada saat ini, Welbeck dan Giroud,  tak banyak mencetak gol pada musim lalu. Welbeck mencetak 4 gol, sementara Giroud 14 gol di liga.

Berkaca dari Laga Community Shield

Lantas apakah keberhasilan Arsenal mengalahkan Chelsea akan menjadi jalan yang bagus untuk The Gunners menjadi juara Liga Inggris mendatang?

Sebelum menjawab itu, perlu diperhatikan statistik hubungan antara Community Shield dan Liga Inggris. Musim lalu, Arsenal menggilas ManCity di ajang Community Shield, namun gagal di perburuan Liga inggris.

Tiga musim terakhir, juara Community Shield memang selalu gagal menjadi juara Liga Inggris.

Baca: Kutukan Community Shield dan Juara Liga Primer

Kini, mampukah Wenger dengan kematangan skuat-nya dapat mematahkan kutukan juara Community Shield? Wenger sendiri tentu sudah kangen mengangkat trofi Liga Inggris yang terakhir kali ia dapat bersama skuat Arsenal yang 'Tak Terkalahkan' pada musim 2003/04.

Di satu sisi, Ramsey dkk pun bisa selfie dan wefie dengan bangga karena mengangkat trofi Liga Inggris. Lalu, apa komentar Roy Keane selanjutnya? (vws)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS


BACA JUGA