"Sebagai seorang dokter, saya mengerti benar bahwa bulutangkis sangat bagus untuk menjaga kondisi fisik. Karena itulah dengan tampil di sini, saya berharap para pemuda bisa tergerak untuk bermain bulutangkis dan merasakan manfaatnya bagi tubuh," tutur Fogarty kepada media seusai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdengan sangat mepersiapkan diri meski dengan kesibukan lainnya yang luar biasa. "Saya memiliki motivasi untuk melakukan hal itu karena saya sangat mencintai bulutangkis," kata Fogarty.
Namun Fogarty terus mengayun raket, bahkan mereka masih mengecap juara Brasil Terbuka pada 1999, dan juara nasional setahun berikutnya. Untuk tahun ini, Fogarty juga masih aktif terjun di beberapa turnamen internasional seperti Peru International Series, Mercosul International, dan Peru Internacional.
Di turnamen Mercosul Internasional, Fogarty turun di dua nomor, ganda putra dan campuran, serta mampu melewati dua babak awal di dua nomor tersebut. Di ajang Peru International Series, Fogarty bahkan bermain di nomor tunggal putra.
Pada 2009 lalu, Fogarty yang saat itu berpasangan dengan Dean Schoppe, pernah diminta undur diri dari panggung internasional. "Karena kami sudah terlalu tua, namun tidak ada peraturan yang bisa melarang kami bermain karena alasan sudah terlalu tua," tutur Fogarty.
Meskipun di satu sisi masih melajunya Fogarty jadi salah satu indikasi bahwa regenerasi di bulutangkis Amerika Serikat sangatlah lemah dan lamban. Di sisi lain semangat juang Fogarty patut diacungi jempol. Daya juangnya di lapangan berhasil membuatnya jadi salah satu "pemenang" di Kejuaraan Dunia kali ini. (ptr/vri)