Dan hal itulah yang tergambar di awal karier Mascherano di Barcelona. Mascherano lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Perubahan mulai terjadi di pengujung musim 2010/2011 saat Mascherano mulai dicoba dimainkan sebagai bek tengah oleh Guardiola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika itu banyak bek tengah Barcelona yang cedera sedangkan Sergio Busquets makin memantapkan posisinya di lini tengah."
Mascherano datang ke Barcelona setelah sukses jadi bagian penting di Liverpool. Namun sejak awal ia sadar bahwa tak mudah baginya mendapatkan tempat di Barcelona.
"Saya sadar bahwa ketika saya datang ke Barcelona, status saya saat itu hanyalah sebagai pelapis dan sulit bagi saya untuk mendapatkan posisi di lini tengah."
"Tentu saja saya sangat ingin bisa bersaing dan memperebutkan posisi di lini tengah namun salah satu pemain terbaik yang pernah ada bermain di posisi saya (Sergio Busquets)," kata Mascherano.
Salah satu hal lain yang mendorong Mascherano tak patah arang saat 'diturunkan' menjadi bek adalah posisinya sebagai kapten Argentina ketika itu.
"Di Argentina, saya menjabat sebagai kapten dan saya harus bisa mempertahankan posisi saya di tim inti. Seiring waktu berlalu, akhirnya saya mampu melakukannya," kata Mascherano yang sebelumnya berkostum Liverpool ini.
Dengan usia telah menginjak 31 tahun, Mascherano mantap mengatakan bahwa dirinya ingin bisa jadi seorang pelatih.
"Ketika menjadi pemain, beberapa hal akan terlihat lebih mudah. Hal itu kemudian menjadi lebih kompleks saat dirimu berperan di sisi berbeda (menjadi pelatih) (ptr/ptr)