"Langkah Steven berikutnya adalah menjadi seorang manajer, tak diragukan lagi," ujar Arena seperti dilansir Daily Mirror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, meski mendukung Gerrard menjadi seorang manajer top, Arena yakin pemain berusia 35 tahun itu tidak akan menjadi penerusnya di klub Liga Sepak Bola Amerika (MLS) tersebut, melainkan di klub yang telah membesarkan namanya, Liverpool.
"Saya pikir dia akan kembali ke Inggris dan Anda dapat menebak dimana dia akan berlabuh setelah itu."
Gerrard sendiri memang memiliki sejarah panjang dengan Liverpool. Pasalnya, sebelum hengkang ke Galaxy pada musim panas ini, Gerrard menghabiskan seluruh karier sepak bolanya di klub Merseyside tersebut.
Selama mengenakan seragam Liverpool, Gerrard juga telah merebut 10 trofi mulai dari Piala FA, Piala Liga, Liga Eropa, hingga Liga Champions. Namun, ia tak kunjung mampu mempersembahkan trofi Liga Primer bagi The Reds.
Menjadi Profesor
Gerrard yang telah enam kali tampil bersama Galaxy sejauh ini, menyumbangkan satu gol dan tiga assist, juga dianggap sebagai sosok yang pintar oleh Arena.
Mantan pelatih timnas Amerika Serikat itu bahkan terkesan dengan pengetahuan Gerrard tentang timnya, sebelum pindah ke Galaxy.
"Ketika dia tiba di sini pada akhir Juni lalu, dia telah mengenal semuanya. Dia tahu nama para pemain dan juga kualitas mereka," ujar Arena menambahkan.
Dia sudah sangat siap (untuk pindah). Sehingga semua berjalan dengan sangat mulus."
Selain itu, Arena sangat yakin bahwa Gerrard merupakan kategori sosok jenius yang tetap akan meraih sukses bila meniti karier di bidang lain.
"Jika Gerrard tidak bermain sepak bola, dia akan meraih kesuksesan di bidang lain. Dia bisa saja menjadi seorang profesor," ujar Arena.
"Dia sangat pintar. Dia dapat meraih kesuksesan dimanapun. Dia membuat keputusan yang sangat bagus dengan menjadi pesepakbola, tetapi dia merupakan seorang yang sangat pintar." (ptr/ptr)