Christian Hadinata, salah satu sosok yang sukses saat menjadi pemain, pun pelatih. Pada audisi PB Djarum ini, Christian turut membantu almamaternya dalam proses seleksi di akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan format ini, setidaknya akurasi pencarian bakat bisa lebih tajam dari sebelumnya, karena ada audisi di sembilan kota terlebih dulu. Maka yang datang ke Kudus ini merupakan perwakilan terbaik dari tiap kota audisi," ujarnya menambahkan.
Fisik, lanjut Christian, juga dinilai karena nantinya ada tes tersendiri. Sementara ini, menurut Christian, untuk kategori anak-anak, soal fisik tidak mengambil porsi lebih besar dibandingkan teknik.
Christian menilai, pembenahan fisik lebih mudah dilakukan dibanding teknik. "Teknik dan kualitas pukulan memiliki porsi terbesar. Dari sana kami bisa melihat mana anak yang memiliki potensi besar yang bisa segera direkrut klub ini."
Ia juga meyakini untuk audisi ini, pelatih punya waktu yang cukup untuk melihat aspek teknik yang dimiliki pemain, baik itu pukulan maupun pergerakan di lapangan. "Secara umum para peserta final audisi sudah mengerti cara bermain bulutangkis, dan tidak hanya asal tepok saja. Mereka sudah bisa melakukan pukulan yang baik secara teori, namun belum konsisten," ucap mantan Kasubid Pelatnas PB PBSI ini.
Christian mencontohkan permainan seorang anak yang dalam satu kesempatan memiliki dropshot bagus, namun di waktu berbeda, ia terlalu datar dan tidak tajam.
"Para pelatih pasti mengerti dan bisa menilai permainan tiap anak. Mana yang kualitas pukulannya bagus. Mana yang penguasaan lapangannya sudah bagus. Mana yang daya juang serta motivasinya di lapangan cukup tinggi," tutur Christian mengakhiri pembicaraan. (ptr/vri)