Mayweather Jr. bahkan sempat menari di detik-detik akhir pertarungan karena mengetahui ia memang dominan dalam laga yang berlangsung dalam 12 ronde ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ronde pertama terlihat Berto tak mampu mengimbangi Mayweather Jr. dengan nyaris tak ada pukulannya yang mampu mengenai lawan. Tak ayal sejak ronde ke dua Mayweather Jr. pun bergerak lebih agresif dari biasanya dan mendaratkan tiga jab beruntun dan sebuah hook tangan kiri.
Di enam ronde selanjutnya, Berto tak kunjung memiliki jawaban untuk mengalahkan Mayweather Jr. Seperti yang terjadi dari awal pertandingan, ia terus mengejar Mayweather Jr. dengan pukulan beruntun, namun tak benar-benar mampu mendaratkan pukulan ke kepala Mayweather Jr yang 'licin' bergerak ke sana kemari.
Pertarungan paling menarik terjadi di ronde ke-11 dengan Mayweather Jr. akhirnya meladeni pertarungan secara terbuka di tengah ring. Akan tetapi, lagi-lagi upaya Berto tak membuahkan apa-apa.
Pada 10 detik terakhir pertarungan di ronde ke-12, Mayweather Jr. menari meliuk-liuk di pinggir ring, mengetahui bahwa ia pasti mendapatkan kemenagnan.
Kemenangan ini membuat Mayweather Jr. memiliki rekor sempurna sebagai petinju. Dalam 49 pertarungan sebagai petinju profesional, Mayweather Jr. selalu menang dengan 55 persen melalui knock out.
Termasuk di antara daftar petinju yang ia kalahkan adalah Oscar De La Hoya, Genaro Hernandez, Jose Luis Castillo, Arturo Gatti, Zab Judah, Juan Manuel Marquez, Shane Mosley, dan tentu saja Manny Pacquiao.
Kemenangan melawan Berto juga membuat Mayweather Jr. menyamai rekor Rocky Marciano sebagai petinju yang tidak terkalahkan dalam 49 pertandingan.
Mayweather Jr. sendiri telah menegaskan bahwa ia tidak akan bertanding lagi seusai melawan Berto untuk mengejar kemenangan ke-50. (vws)