Sebagai petinju, kekalahan satu-satunya Mayweather Jr. memang terjadi ketika ia masih berstatus amatir, yaitu tepatnya pada Olimpiade Atlanta 1996. Sejak memutuskan menjadi petinju profesional, Mayweather Jr. tak pernah sekali pun dikandaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi Mayweather Jr. menepis seluruh hal itu dengan mengatakan bahwa ia tak perlu lagi membuktikan apa-apa.
"Mereka memberikannya banyak pujian, dan mengatakannya yang terhebat sepanjang masa. Namun jika ia yang terhebat, lalu saya apa?"
"Saya akan jadi 'Yang Terhebat' hingga saya mati nanti."
Selain karena alasan tersebut, Mayweather Jr. mengatakan bahwa ia tidak ingin lagi bertinju karena mengkhawatirkan kesehatannya dalam jangka panjang. Para petinju memang kerap menderita penyakit seperti Sindrom Parkinson (penyakit degeneratif syaraf) karena berulang kali terkena benturan pada kepala.
Menurut Mayweather Jr. hal itulah yang ingin ia hindari di masa tuanya.
"Saya tak terlalu mencemaskan kekalahan, tapi saya ingin memiliki pukulan yang tajam. Anda bisa membuat banyak uang, namun Anda tetap ingin bisa berjalan dan berbicara."
"Pertarungan nomor 49 adalah laga terakhir saya." (vws/kid)