Meski gagal menambah koleksi gelar juara grand slam, performa Federer musim ini sejatinya cukup bagus. Ia mampu menjuarai lima turnamen dan masuk ke dua final grand slam, Wimbledon dan AS Terbuka, meski akhirnya kalah di tangan Djokovic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Federer tentu membuat lega para penggemarnya yang masih ingin menyaksikan aksinya lebih lama lagi. Sebagai pemain yang selalu berada di papan atas di lebih dari satu dekade terakhir, Federer memang memiliki banyak penggemar setia.
Diiringi dukungan hebat penonton yang berkali-kali membuat wasit meminta mereka tetap tenang, Federer nyaris menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Sayangnya, Federer tak mampu memanfaatkan peluang yang ada di depan mata, hingga akhirnya harus melupakan ambisinya mendapatkan grand slam ke-18 kali ini.
Siap Hadapi Djokovic
Menurut Federer, dirinya cukup senang bisa kembali tampil di final AS Terbuka tahun ini, setelah pada 2014 langkahnya terhenti di babak semifinal. "Sungguh dua minggu yang indah. Dan berada di final merupakan impian saya, namun menghadapi seorang juara yang hebat macam Djokovic memang tidak akan pernah mudah."
"Selamat Djokovic atas kemenangannya yang hebat," ucap Federer.
Federer pun seolah sudah siap untuk kembali menjalani rivalitas sengit melawan Djokovic. Ia yakin kekalahan kali ini membuat dirinya mendapatkan pelajaran untuk duel selanjutnya.
"Setelah duel ini, maka kami akan makin memahami permainan satu sama lain di lapangan," ujar Federer menegaskan. (ptr/ptr)