Jelang bursa musim panas, dalam buku autobiografi 'Steven Gerrard: My Story', klub selalu mengatakan siapa saja pemain yang sedang mereka incar. Manajemen pun meminta Gerrard melakukan pendekatan personal kepada para pemain tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memperkenalkan diri dan berharap ia tak keberatan jika saya mengontaknya langsung," kata Gerrard. "Saya mengaku sangat mengagumi permainannya. Saya juga mengaku tahu jika klub sedang memburunya, maka, jika ada hal yang ingin diketahuinya tentang Liverpool, saya tak keberatan untuk menjadi tempat bertanya."
Saat itulah, biasanya, pesepakbola yang kini bermain untuk LA Galaxy itu mulai menjadi "sales" Liverpool. Ia menekankan bagaimana Liverpool akan menjadi klub yang tepat untuknya. "Dengan pendukung yang hebat, sejarah yang sudah kami cetak, dan tim yang terus berkembang, saya yakinkan ia akan bisa melakukan banyak hal bersama klub kami."
Meski mengakui pola tersebut selalu dilakukannya, Gerrard menegaskan yang ia ucapkan adalah kejujuran. "Saya hanya melakukannya pada pemain yang memang baik menurut saya. Saya juga selalu mempengaruhi mereka dengan berusaha jujur."
Respon pesan singkat terakhir yang dikirimkan Willian membuatnya tak lagi mampu menjawab pemain yang saat itu berkostum Anzi Makhachkala. "Saya tak yakin Liverpool bisa membuat saya berlaga di Liga Champions."
Pendekatan Gerrard gagal dan ia pun harus melihat Willian terbang ke London dan bergabung dengan Chelsea. (vri)