Namun status tim papan atas belum berlaku bagi mereka di tingkat benua. Dalam empat penampilan terakhir, mereka dua kali kandas di babak penyisihan grup, dan dua kali tumbang di babak 16 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum kami tidak menjalani pertandingan yang kami mainkan di Liga Champions dengan baik."
Kompany pun berterus terang bahwa butuh usaha keras bagi City untuk bisa menyejajarkan diri dengan level yang ditempati oleh tim-tim besar Eropa.
"Dalam lima tahun terakhir sejak kami main di Liga Champions, Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Munich adalah penguasa kompetisi ini. Tim-tim lainnya di luar mereka berperan sebagai pengejar."
"Tiga tim itu menjadi lebih hebat dibandingkan lainnya bukan karena mereka memiliki lambang kehormatan Liga Champions. Mereka hebat karena mereka telah bekerja keras membentuk skuat selama bertahun-tahun, baik itu melalui akademi maupun dengan menjadikan klub mereka sebagai daya tarik bagi pemain lain untuk datang," ucap Kompany.
Karena itulah, Kompanya menilai tak ada yang salah dengan perjalanan City sejauh ini. 'The Citizens' saat ini butuh usaha lebih keras untuk bisa meraih posisi yang lebih dekat dengan tim-tim besar tersebut.
"Kami jelas tetap marah dan kecewa ketika kami mengalami kegagalan di Liga Champions. Namun saya berharap kami bisa mengubah kekecewaan dan kemarahan itu jadi energi dan motivasi untuk tampil lebih baik di Liga Champions musim ini."
"Ini adalah musim baru dan setiap musim pasti penuh dengan harapan baru," ujar pemain asal Belgia ini. (ptr/ptr)