Bayang-bayang rekor itu sepertinya turut mendorong Ronaldo tampil begitu agresif sehingga menghasilkan 14 tembakan ke gawang, baik melalui kaki maupun kepala. Namun dari 14 percobaan itu tak ada satu pun yang menemui sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asumsi itulah yang kemudian dibantah keras oleh Marcelo.
"Dia tidak terobsesi dengan rekor. Dia hanya terobsesi untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin agar tim ini memenangkan pertandingan," ucap Marcelo seperti dikutip dari situs resmi Madrid.
Berbanding terbalik dengan lini depan yang dicemooh lantaran tumpul, lini belakang Madrid kembali menuai pujian lantaran kembali berhasil mengakhiri pertandingan tanpa kebobolan.
"Salah satu target yang kami usung di tiap pertandingan adalah berusaha untuk tidak kebobolan."
"Namun untuk bisa jadi pemuncak klasemen, sebuah tim tetaplah harus bisa mencetak gol ke gawang lawan," kata Marcelo.
Saat ini Madrid ada di posisi ketiga di bawah Villareal dan Barcelona. 'Los Blancos' mengoleksi 14 poin dan tertinggal dua angka dari Villareal.
"Tidak ada pertandingan yang mudah di liga ini. Semua pemain harus melakukan pendekatan layaknya sebuah laga final di tiap pertandingan yang kami mainkan," ujar Marcelo. (ptr/ptr)