CEO Mahaka Sports, Hasani Abdulgani mengaku belum menerima laporan lengkap terkait detail masalah yang terjadi dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jakabaring itu. "Tapi yang pasti, kami akan menuntut pihak Bonek FC atas keputusan walkout ini," kata Hasani saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Minggu (27/9) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menyangkut banyak pihak. Ini merugikan banyak pihak. Lihat saja tayangan televisi berhenti. Ini bisnis," katanya melanjutkan.
Hasani mengaku masih belum tahu persis tuntutan seperti apa yang akan dilayangkan kepada pihak Bonek FC. Ia menegaskan masih akan menunggu laporan lengkap dari lapangan.
Sebelumnya, pihak Bonek FC mengaku melakukan ini demi kualitas wasit sepak bola Indonesia ke depannya. CEO Bonek FC, Gede Widiade menilai wasit berlaku tak adil dalam pertandingan tersebut.
Pertandingan terhenti pada menit kesebelas. Pemain Sriwijaya FC, RIzky melepaskan tembakan keras dan membentur pemain bertahan Bonek FC. Wasit Jerry Elly langsung menunjuk titik putih.
Wasit Jerry menilai tendangan tersebut mengenai tangan pemain Bonek FC. Para pemain Bonek FC ditarik keluar oleh tim pelatih karena tak terima dengan keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Sriwijaya FC.
Ofisial Bonek FC meminta untuk melihat tayangan ulang. Dalam tayangan ulang, sangat jelas jika bola tidak mengenai tangan pemain bertahan Persebaya melainkan membentur mengenai dadanya. (vri)