Sayang, hingga kini tugas kedua asisten wasit yang biasa disebut wasit kelima itu masih menjadi sorotan. Keduanya sering dianggap tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan. Berbeda dengan hakim garis yang bisa menentukan offside atau terjadi suatu pelanggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasit kelima tidak memberi Juventus tendangan bebas meski dengan jelas melihat pelanggaran yang dilakukan Kompany terhadap Chiellini saat melakukan duel udara.
Wasit utama asal Belanda, Bas Nijhuis, gagal melihat gol bunuh diri yang dilakukan kiper Arsenal, David Ospina, saat mengantisipasi sepak pojok Kostas Fortounis.
Namun wasit kelima, Danny Makkelie, melihat bola sudah melewati garis gawang ketika Ospina menjatuhkan bola hasil sepak pojok Fortounis. Nijhuis butuh waktu sekitar lima detik untuk melihat keputusan Makkelie dan meniup peluit tanda Olympiakos telah mencetak gol.
Keberhasilan Makkelie melihat gol bunuh diri Ospina setidaknya memberi angin segar bagi UEFA, yang memilih untuk tidak menggunakan teknologi garis gawang yang mereka klaim terlalu mahal dan merusak keindahan sepak bola.
Arsenal sendiri menelan kekalahan 2-3 atas Olympiakos di kandang. Ini adalah kekalahan kedua beruntun The Gunners di Grup F Liga Champions. (har/har)