Tim asal Indonesia tersebut adalah unggulan di ajang balap sepeda yang juga menjual sisi pariwisata Sumatera Barat ini. Meski demikian, Pegasus mengaku memiliki musuh utama yang berat dalam ajang balap sepeda tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wawan, sebagian besar tim memang sudah sering menjadi rival dalam banyak ajang balap sepeda yang diikuti Pegasus.
Selain lawan, Wawan menerangkan pebalap sepeda Indonesia telah akrab dengan rute yang dilalui dalam Tour de Singkarak. Walaupun begitu ia mengaku tak berani menargetkan yang terlalu muluk.
"Setidaknya bisa curi-curi etape. Kalau untuk juara secara umum memang agak sulit," katanya menambahkan.
Tak lantas pesimis, dalam ajang kali ini, Pegasus menurunkan enam pebalap dengan dominasi climber, dan satu all around. Wawan menjelaskan pemilihan para pebalap yang terjun di Singkarak itu dibagi dengan ajang lain.
Ada Tour de China yang juga digelar secara bersamaan. Tour de China digelar dua tahap, yakni 2-9 Oktober dan 11-17 Oktober.
Tour de China memiliki karakter trek lurus. Untuk itu, kata Wawan, lima sprinter diturunkan tim Pegasus dalam ajang tersebut. (kid/kid)