Keempat perusahaan asal Amerika Serikat tersebut terus berada dalam tekanan untuk bersikap tegas pada FIFA terutama setelah Kejaksaan Agung Amerika Serikat menuntut 14 orang, yaitu sembilan petinggi FIFA dan lima pejabat perusahaan pemasaran olahraga, dalam tuduhan korupsi, pencucian uang, dan juga kejahatan terorganisir dalam 20 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total pendapatan yang didapatkan FIFA dari sponsor mencapai US$1,6 miliar atau nyaris 28 persen dari total pendapatan mereka dalam empat tahun terakhir. Pemberontakan dari para sponsor dinilai akan menjadi jalan bagi perubahan di tubuh FIFA.
Kepada The Observer, juru bicara adidas hanya mengatakan bahwa: "Sebagaimana telah dinyatakan beberapa kali, FIFA harus menerapkan perubahan mendasar demi kebaikan sepak bola. Karena itu, proses reformasi harus terus berlanjut secara cepat dan transparan."
FIFA dan adidas memiliki keterikatan sangat kuat. Seperti dikutip dari The Guardian, anak dari pendiri adidas yaitu Hors Dassler adalah orang yang membantu Sepp Blatter memulai kekuasaanya di FIFA dengan menjadi Sekretaris Umum.
Dassler juga salah satu pendiri International Sport and Leisure, perusahaan pemasaran yang menjadi mitra resmi FIFA dalam soal hak siar turnamen Piala Dunia.
Setelah Dassler meninggal dunia, perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan dan ditudh terlibat dalam skema penipuan senilai US$100 juta. (vws)